Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2024

Liburan di Hutan Jeruk

 

Alea dan Kinanti merupakan dua orang sahabat yang ingin menghabiskan waktu liburan. Waktu liburan pun tiba, Alea menghampiri ke rumahnya Kinanti. Alea dan Kinanti merencanakan liburan yang tak biasa yaitu ke hutan jeruk. Disana ada tempat bermain di balik rimbunnya hutan jeruk di desa sebelah.

 

Kinanti dan Alea berangkat menuju hutan jeruk. Perjalanan menuju hutan jeruk harus melewati desa sebelah dan teriknya panas matahari menuju ke hutan jeruk.

Tibalah mereka di hutan jeruk. Mereka berjalan melewati pohon jeruk yang rimbun. Disana ada taman bermain yang menarik mereka berdua. Ada jungkat-jungkit, ayunan dan perosotan. Mereka bermain dengan riang gembira. Mereka menghabiskan waktu sampai lupa waktu.

Ditempat yang berbeda Ibunya Alea mencari Alea tetapi tidak menemukannya. Kemudian Ibunya Alea menuju rumah Kinanti untuk mencari Alea.

Mereka belum menemukannya. Ibunya Alea pun bertanya-tanya "Buk, saya cari Alea kok gak ketemu ya. Saya cari di sekitar rumah juga belum ketemu. Saya pikir Alea main kesini".

"Gak ada di rumah Buk. Kinanti gak ada di rumah Ma." Jawab Ibu Kinanti.

"Waduh mereka main kemana kok jam segini belum pulang? " Tanya Ibu Kinanti.

Mereka pun cemas menunggu anak mereka yang belum pulang hingga petang tiba.

Alea dan Kinanti keasyikan bermain di hutan jeruk sampai lupa waktu. Alea menyadari hutan jeruk yang semakin gelap. "Kinanti udah gelap nih. Ayo pulang!". Ajak Alea. "Yo, kita pulang sekarang takut nih". Jawab Kinanti.

Mereka pun pulang dan sampailah mereka di rumah. Kedatangan mereka ditunggu-tunggu orang tua mereka yang khawatir dengan mereka.

Pengalaman Mengikuti Lomba Flash Fiction/Cerita Mini

    Awal saya mengikutinya pada bulan September saya iseng mencari lomba menulis di instagram. Saya menemukan lomba menulis flash fiction yang saya ikuti secara gratis. Saya tertarik mengikuti lomba tersebut karena penasaran dengan lomba menulis flash fiction itu seperti apa?

    Saya pun mengikuti lomba melalui zoom dengan pembicara Gol A Gong. Materinya sangat menarik dan menambah pengetahuan bagi saya. Saya pun tertantang menulis flash fiction. Saya pun mencoba menulis flash fiction berdasarkan pengalaman saya sendiri dan sekitar saya. Setiap saya mendapatkan ide berdasarkan pengalaman sendiri dan observasi sekitar. Saya langsung menulis ide-ide tersebut dalam bentuk flash fiction sesuai dengan ketentuan lomba flash fiction. 

    Saya pun menulis cerpen flash fiction ke pihak lomba yang menyelenggarakan lomba itu sesuai waktu yang ditentukan. Biasanya mepet deadline. Dan lomba-lomba itu yang saya ikuti itu tergabung dalam buku antologi. 

Flash fiction yang dihasilkan Demam Panggung, Deadline Mendadak, dan Pengagum semuanya itu masuk dalam buku antologi.

Senang rasanya bisa menulis dan lolos kurasi apalagi sampai diterbitkan. Untuk lomba-lomba flash fiction yang saya ikuti belum pernah juara. Saya tidak berharap juara dalam lomba menulis, yang penting saya produktif menulis dan meningkatkan kualitas menulis.

Senin, 30 November 2020

HTS yang Renggang

 


Anita dan Fadli mewakili sekolah masing-masing untuk mengikuti acara perkemahan. Anita mewakili SMA 1 Sejahtera dan Fadli mewakili SMA 1 Makmur. Acara perkemahan diadakan selama 3 hari yaitu hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Pada hari Jumat acara dimulai pukul 10.00-12.00 acara pembukaan dan pasang tenda perkemahan. Kemudian waktu menunjukkan istirahat, Anita dan Fadli bertemu. Fadli pun menyapa sambil bersalaman dengan Anita “Heiii mbaknya namanya sapa ya?”. Anita pun membalas menyalami Fadli. “Ooo aku Anita dari SMA 1 Sejahtera, Masnya sapa ya?”. “Fadli dari SMA 1 Makmur”. Sepanjang masa istirahat mereka ngobrol satu sama lain sambil bercanda ria. Setelah masa istirahat usai mereka kembali ke aktivitas mereka masing-masing.

                Sebelum Anita meninggalkan tempat perkemahan, Fadli menghampiri Anita berkata “Nit, aku boleh minta nomermu dong hehehe”. “ Okelah Fadli buat apa?” tanya Anita. “Ya buat ngobrol sama loe lah hehehe”. “ Okelah 081234678901”. Fadli menyimpan kontaknya Anita dan miss call Anita. “Nit, ni nomerku save ya”. Kata Fadli. “Ya”. Jawab Anita dengan singkat. Mereka pun saling telpon dan sms setiap hari hanya sekedar menanyakan kabar.

                Anita pun hanya menganggap telpon-telponan dan smsan dengan Fadli setiap hari adalah biasa. Anita pun awalnya tidak menyukai Fadli karena Fadli gemuk, hitam dan jelek jauh dari tipe cowok yang diidamkan Anita. Fadli yang berkomunikasi dengan Anita melalui handphone kemudian mengajak hang-out dan makan bareng. Setelah itu mereka semakin sering hang-out, Anita pun nyaman dengan Fadli, timbullah rasa suka diantara keduanya. Anita yang awalnya tidak suka, sudah mulai menerima Fadli apa adanya.

                Anita yang sudah nyaman dan percaya dengan Fadli, kemudian memberi tahu akun facebooknya pada Fadli. Fadli pun mencari akun facebooknya Anita dan menambahkan Anita kedalam daftar pertemanannya. Anita pun menyetujui pertemanan mereka di facebook. Fadli mulai mengecek akun facebook Anita dengan siapa saja Anita berteman, status apa saja yang ditulis, dan semua yang ada di facebooknya. Waktu pun terus berjalan, Anita pun semakin percaya pada Fadli hingga memberi akses pada Fadli untuk melihat pesan pribadinya di facebook. Fadli pun terus mengecek akun facebook Anita dan pesan pribadinya Anita. Anita pun kadang dibuat jengkel dengannya. “Fadli, loe ngapain sih ngapus-apus pesen dari temen gue. Apaan si loe Dli? Loe sapa sih ngapus-apus pesen gue kayak lho suami gue aja. Loe itu bukan sapa-sapa gue, gak berhak ngatur-ngatur hidup gue, ini facebook punya gue jangan loe asal apus-apus aja sama gue. Loe ada pesen dari temen gue gak ngomong asal main apus-apus aja. Fadli, loe sampe segitunya sama gue. Gue gak segitunya woiii sama loe.    

Akan tetapi, hubungan mereka tidak direstui oleh kedua orang tua karena mereka belum waktunya untuk pacaran.