Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2026

Curhatan Biasa Aja

Udah lama kali aku gak nulis di blog ini. Terakhir nulis Agustus 2025 wow udah hampir setahun aja nih puasa menulis. Kesibukanku sebagai mahasiswa dan pekerja sangat menyita waktuku untuk beberapa bulan ini. Setelah sekian lama buntu menulis. Aku curcol aja kali ini.

Kemarin aku dan pengurus paguyuban TU yayasan menentukan rapat pematangan acara, untuk acara bulan Mei besok melalui zoom pada tanggal 23 April 2026 (hari ini).

Sumber: Dokumen Pribadi
                                                          

Kami pun berdiskusi untuk menentukan waktu dan tanggal.

Sumber: Dokumen Pribadi

Disini yang berdiskusi hanya aku dan yang bersangkutan. Lainnya hanya menurut saja bahkan tidak merespon di grup. Aku menjelaskan alasanku gak bisa ikut rapat pada tanggal 23 April 2026 pagi, karena masih ngurus TKA. Yang mana gak bisa memegang hp selama di ruang TKA. Karena kebijakan TKA tahun ini, proktor dan pengawas gak boleh pegang hp dan diawasi melalui zoom selama TKA berlangsung. Aku pun ngikut aja apapun keputusannya. Diskusi hanya berhenti disitu.

Tak lama kemudian, yang bersangkutan chat seperti ini di grup. Ini infonya darimana kalau gak dari chat pribadi?

What? Kok mereka punya energi ya buat chat pribadi. Padahal grup ini isinya cuma pengurus aja. Terus buat apa grup bikin grup kecil kalau masih chat pribadi. Dan yang bikin aku gak habis pikir, alesannya itu masih TKA. Apakah masih ada TKA/ngurusi TKA itu merupakan alesan pribadi yang privasi ya? Kok sempet-sempetnya itu lho. Kalau alesannya kayak gitu, mbok chat di grup. Kalau gak bisa ikut rapat, karna masih TKA.

Kalau alesannya pribadi banget kayak kontrol ke rumah sakit, nganter keluarga, nganter siswa lomba maybe, deadline kerjaan yang harus diselesein atau alesan lainnya it's ok lah. 

Lha ini TKA? Di musim ujian TKA? What?

Padahal kalau ketemu fine-fine aja. Kok gitu ya? 

Aku jadi ngerti karakter orang-orang ini di penghujung kepengurusan paguyuban TU yang akan berakhir di tahun ini. Apakah masih berlanjut atau ganti kepengurusan?


Ini semakin membuka pandanganku untuk kerja di yayasan ini kedepannya. Thanks God.

Sekian curcolanku. Thank you :)









Kamis, 05 Desember 2024

Mood Swing (Merasa Bersalah)

Tadi ceritanya saya boncengan bareng temen dari tempat ziarah. Saya pun meminta teman saya untuk mengantar saya sampai rumah. Saya yang buta arah dan hanya mengandalkan map saya kebingungan untuk menunjukkan jalan menuju rumah saya. Alhasil temen saya tersesat dan malah mubeng-mubeng. Saya merasa bersalah dan gak enak sama temen saya. Ini membuat mood saya jadi swing hingga menangis. Entah kenapa saya gak tau? 

Kejadiannya saat saya kuliah RPL, jadi materi kuliah tidak ada yang nyantol materinya. Walaupun saya paksa masuk kuliah.

Ini jadi pembelajaran bagi saya untuk menolak bepergian yang modelnya touring. Saya jadi trauma lama-lama. 

Kamis, 03 Juni 2021

Tren Cashback

Akhir-akhir ini lagi tren bagi-bagi cashback banyak banget betebaran di media sosial. Sebenare ya tergiur pengen dapet cashback tapi apa daya gajiku yang gak ada sejuta. 
Baru-baru ini ada yang baru yang dapet cashback 300.000 dengan top up minimal 500.000. Terus ada lagi yang dapet cashback dengan minimal pembelian 2.000.000. Itu duit dari mana? Lha dikira Jakarta apa ya yang pada pegang duit berjuta-juta. Pendapatan orang Jakarta gak mempresentasikan pendapatan orang Indonesia. UMR Jogja aja cuma sejutaan ya cukup buat hidup doang gak kepikiran buat investasi dsbnya. Apalagi yang dibawah UMR? 

Kalau pengen promonya lebih menarik kalangan muda ya kalau bikin promo ya kira-kira misal top up minimal 100.000 gitu atau di bawah itu. Kalau kemahalan ya mikir-mikir lah. 

Sekian unek-unek ku. Thanks


Sabtu, 08 Mei 2021

Lebih Baik Jadi Orang Asing di Rumah Sendiri

Sumber gambar: Pixabay

Saya lebih baik dianggap jadi orang asing daripada saling menyakiti dan gak support untuk kesembuhan mental saya. Lebih baik saya tidak mengenal saja daripada saya sebagai anaknya gak dianggap sama sekali. Tidak diapresiasi segala tindakan saya, ucapan terima kasih pun gak ada ketika saya melakukan hal positif.

Dan untuk melakukan tindakan itu semua saya harus bilang hanya untuk mendapat pujian. Kalau begitu ya lakukan saja di tempat kerja toh bisa kok. 

Kalau saya melakukan kesalahan sedikit saja, langsung ngejudge tanpa mempertimbangkan perasaan saya sama sekali. Apakah saya lagi terpuruk atau tidak?

Kalau hanya memotivasi menyuruh keluar rumah dan melakukan aktivitas rumah ya semua orang bisa melakukannya bak motivator tapi mensuport saya pas lagi terpuruk dengan memeluk mendengarkan keluh kesah saya tanpa menyelah itu gak bisa.

Kalau pun saya ingin orang-orang seperti saya menjadi pendengar yang baik tanpa ngejudge. Karna kalau begitu ya saya makin membuat saya enggan bicara sama siapapun dan berpikiran lebih baik dipendam saja. Sulit untuk berbicara dan rasanya seperti dibungkam.

Jadi, lebih baik anggap saya jadi orang asing saja dan jangan pedulikan saya lagi kalau gak mau saling menyakiti. Kalau pun saya sakit saya akan diam saja mulai sekarang dan gak akan teriak lagi bahkan mengeluh pun saya gak mau karna gak mendapatkan solusi dan malah lebih menyakitkan.

Jangan suruh saya untuk mengurusi hal-hal penting kalau ujungnya saling menyakiti dan menyalahkan.


"Biarkan saya hidup sendiri di rumah sendiri dan jangan pernah menyentuhku dan melarangku karna saya sudah dewasa bisa menentukan mana yang baik dan buruk"

"Sendiri melihat secercah cahaya untuk memotivasi diri sendiri untuk mencapai kesuksesan yang saya tentukan atau kegagalan bahkan kematian "

Selasa, 08 Desember 2020

Seprinsip

 

Hari ini aku seneng banget nemu rekan kerja seprinsip sama saya. Hari Senin  dapat email pembagian dividen. Saking senengnya tak jadikan status WA lalu temenku komen pengen nyoba reksadana "besok tak ajarin"

Dann... hari ini tara ak nunjukkin investasi reksadanaku dan temenku kepengen juga. Yes! akhirnya nemu juga temen yang nyambung masalah beginian jadi gak sendirian dong hehehehe.... Temenku mau nyoba reksadana tahun depan. Terus tak saranin ikut reksadana pasar uang aja karena risikonya kecil dan aman.

Nah dari situ juga ngobrol panjang lebar dan ternyata temenku ini juga punya tabungan berjangka juga.... Apalagi dia juga mulai bulan Agustus tahun ini dalam hati  "ya samaan dong..."

Temenku curhat tentang pengeluarannya yang gak ngasilin apa-apa gara-gara gak bisa mengelola keuangan dengan baik. Ibaratkan uang gajian itu numpang lewat gitu aja gak hasilin apa-apa.

Itulah pentingnya bisa ngelola keuangan dengan baik walau uang sedikit jika dimanfaatkan secara maksimal bisa menghasilkan malah kitanya dapet uang sampingan.

Sumber Foto: Dokumen Pribadi

Senin, 30 November 2020

Sukses Gak Singkat

 


Sukses membutuhkan perjuangan yang panjang bak anak tangga yang harus dilalui secara bertahap. Sukses gak ada yang instan coy...

Kalau ada yang menjanjikan sukses instan jangan dipercaya ya...

Jika kita sukses maka itu hasil dari:

1. Ketekunan dan usaha keras selama bertahun-tahun

2. Konsistensi kita untuk menjalankan rutinitas untuk mencapai kesuksesan walaupun terkadang membosankan dan jenuh

Itu saja motivasi dariku kalau ada ide bisa ditambahkan :) 

Kamis, 19 November 2020

Depresi Datang Kembali





Depresiku sering kali timbul ketika tugas menumpuk sehingga mempengaruhi moodku saat bekerja. Begitu pula dengan interaksi dengan rekan kerja, raut muka yang murung dan lebih banyak diam dan menangis secara tiba-tiba sehingga terlihat tak profesional. Tapi ya gimana lagi namanya depresi ya gak bisa diprediksi dan tak tahu dalam mood apapun.
I'm sorry but i don't control to my self. Gak bisa mengungkapkan ini dengan kata-kata takut aib tersebar dsbnya. 
Untuk menutupi depresiku ini tak alihkan dengan fokus bekerja, sehingga dengan terus bekerja tanpa henti sehingga bisa menutupi dengan baik.
Untuk mengatasinya saya tidur sambil menangis, menulis di blog dan cara jitu terakhir minum obat anti depresan. Aku gak tau lagi mau cerita sama siapa gak ada yang bisa memahami saya selain diri saya sendiri.

Jumat, 27 Maret 2020

Evaluasi Kinerja Satu Bulanan

Kinerjaku selama satu bulanan ini jelek banget masih banyak salah-salah nya. Kesalahan yang cukup fatal adalah saya menghilangkan cek list uts dan itu bikin kebingungan guru-guru yang lain. Bahkan ada soal yang tidak ada lembar jawabnya. Belum cukup itu ada soal yg belum dicetak banyak. 
Belum lagi salah ngeprint, kerjanya lelet banget lah. Pokoknya masih banyak yang perlu dibimbing.
Buat surat aja masih perlu dibimbing oleh kepala sekolah. 


Minggu, 23 Februari 2020

Minder

Entahlah kenapa akhir-akhir ini semakin minder. Gak tau sebabnya?
Karna aku minder aku jadi makin down yang makin mempersulit untuk bersosialisasi sama orang lain bahkan sama rekan kerja sendiri.

Minder karna kinerjaku jelek banget, minder karna aku aneh, pendiem dan berbeda dengan orang lain. Makin memperparah minderku, makin sulit tuk tampil percaya diri dan timbul rasa tidak nyaman karna minder.

Minder ini buatku makin memperparah penyakit depresi. Sering sedih karna minder bahkan rasanya ingin menangis terus.

Tapi aku harus kuat, gak boleh kelihatan menangis di hadapan siapapun. Harus pede. Be must self confidence to your self.

Kamis, 13 Februari 2020

Gak Nyaman

Udah 4 hari ini masuk kerja belum nemu orang yang bener-bener cocok di tempat kerja baruku ini ditambah kinerjaku yang bad sampai saat ini.
Misal ada anak yang bermasalah tapi akunya kurang care sama anak tersebut, sampai gurunya bilang ayo masuk sini. Ya gitulah aku sampai hari ini. Aku khawatir gak diangkat jadi pegawai gara2 pelayanan ku yang jelek gini. Mungkin karena aku banyak diem sama gak nyaman.
Aku sih gak ada masalah ama mereka n mereka Baek banget sumpah. Bantu aku untuk adaptasi plus nyamanin dalam bekerja. Tapi ya gak tau sih dibelakang kayak gimana?
Cuma aku nya yg belum nyaman. Ada yang bisa bantu atau kasih tips biar cepet adaptasi. Thanks.

Kamis, 16 Januari 2020

Depresiku Part 2

Oke bloggers langsung lanjut aja ceritaku tentang depresi yang kualami semasa SMP.

Memasuki bangku SMP, aku teringat masa-masa suram SD yang kualami yaitu bullying waktu kelas 4 - 6 SD. Aku sudah terkena dampaknya, yang kulakukan pada waktu itu kuputuskan semua kontak mereka baik di medsos maupun di kehidupan nyata.

Aku gak peduli sama mereka dan melupakan mereka, walaupun sudah mengenal medsos.

Aku makin menunjukkan gelagat yang aneh. Aku mulai sering sedih dan menangis gak jelas.

Hubungan persahabatanku mengalami pasang-surut, karna sifatku yang begitu posesif terhadap sahabatku sendiri. Aku pun gak tau kenapa kok bisa se-posesif ini dan sering takut merasa kehilangan sahabat dan kesepian.

Semakin hari aku berubah menjadi semakin pendiem dan tertutup.

Sejak SMP itulah aku sering banget tidur tengah malem dan mataku benar-benar terjaga gak bisa tidur. Padahal siangnya gak pernah tidur siang dan siangnya aku malah dengerin radio.

Mana sekolahnya jauh pula dan harus bangun lebih pagi. Alhasil di sekolah jadinya ngantuk.

Dari hobbyku dengerin radio, aku dikenalin sama musik cadas sama adekku yang waktu itu lagi hype-hypenya sama musik cadas. Dari situlah aku mulai menyukai musik cadas. Rasa cintaku terhadap musik cadas mulai tumbuh.

Aku yang awalnya hanya penikmat musik cadas, malah menjadikan musik cadas sebagai sasaran untuk melampiaskan emosiku dan kesedihanku. Apalagi semenjak mengenal namanya hp yang ada MP3nya plus headset kegemaranku akan musik cadas semakin menjadi-jadi.

Misalnya waktu hubungan persahabatanku lagi gak bagus, aku luapin emosiku, kesedihanku dan kesendirianku dengerin lagu cadas sekenceng-kencengnya rasanya plong gitu. Musik cadas udah jadi bagian hidupku.

Aku pikirnya waktu itu masih menganggap hanya emosi dan kesedihan sesaat karna emosiku yang tidak stabil. Ternyata setelah kusadari sekarang itulah tanda-tanda depresiku berawal. Aku pun masih tabu akan namanya depresi.

Sekian ceritaku.

Lanjut lagi ceritaku di depresi part 3.


Depresiku Part 1

Udah lama gak ngeblog lagi. Okelah kali ini aku mau berbagi cerita tentang depresi yang kualami, karna banyak tak bikin per bagian.


Memasuki kelas 1 SD aku dibully temenku. Kau kenapa membullyku? Salah apa hingga aku dibully?
Setelah kenaikan kelas, aku pindah sekolah.

Ketika kelas 2 SD aku pindah sekolah baru. Aku pun senang akhirnya bisa sekolah baru dan lingkungan yang baru pula.


Akan tetapi, bullying tetap menimpaku, aku diam saja dan cuek sambil terus melupakan kejadian itu. Toh sekarang juga gak begitu ingat.
Semakin lama perilaku mulai aneh, tapi aku tak menyadarinya. Mulai dari telpon mama yang gak ada suaranya di telepon yang ada di depan resto pesta perak.
Orang yang tahu itu sampai bilang, "Itu kan gak ada suaranya, ngomong sendiri ya kamu?"
Aku  gak peduli sama perkataannya waktu itu.

Memasuki kelas 3 perilaku makin aneh saja, tiba-tiba saja wali kelasku menunjukku sebagai ketua kelas. Aku merasa terbebani sebenarnya akan tanggung jawab itu, aku berusaha mengembannya semampuku. Mungkin aku stress waktu itu tapi aku gak menyadarinya.

Saat aku pergi ke kamar mandi sekolah, kubuka pintu kamar mandi dan ember berisi air tumpah menimpaku. Aku basah kuyup. Aku tau ada temen yang jail, tapi aku diam saja dan anggap kejadian itu biasa dan masa bodoh setelah kejadian itu. Aku memaafkan temenku yang mengerjainku.

Memasuki kelas 4 SD, aku disuruh pindah sekolah lagi di sekolah yang sama dengan kelas 1 SD untuk menemani mbahku di Wonosari. Aku bertemu kawan lama dan bertemu kembali orang membullyku. Tapi ya sudah jalani aja pikirku waktu itu.

Sperti yang bisa ditebak kejadian itu terulang kembali namun dalam versi yang berbeda. Aku jadi sering menangis di kamar, karena hubungan persahabatan yang kadang tidak akur satu sama lain. Temenku yang gosipin aku dibelakang, saling bermusuhan satu sama lain, dsbnya.

Naik kelas 5, sekolahku kedatangan murid baru cewek. Otomatis aku dapet temen baru. Tentunya aku bersemangat karna ada temen baru yang bisa kuajak ngobrol. Aku berpikiran positif terhadapnya.

Kejadian bullying masih terus saja terjadi di kelas 5, bahkan sudah terang-terang saling memusuhi satu sama lain. Geng sebelah membullyku dan temen segengku. Aku mulai marah, tapi semua  itu kuanggap biasa saja.

Sebenarnya aku sudah mulai merasa sendirian, tapi kuanggap wajar.

Aku baru mengetahui kebusukan temen baruku ini menjelang UASBN (kelas 6 SD) akan dilaksanakan dari temenku sendiri rasanya makjleb. Temenku yang kuanggap baik ini ternyata musuh dalam selimut. You knowlah apa yang dia lakuin dibelakangku gosipin aku dari belakang jelek-jelekin aku. Sumpah rasanya mau marah ama dia cuma yang kuanggap sperti gak ada kejadian apa-apa.

Perilaku yang aneh dan kejadian bullying yang menimpaku waktu itu berdampak pada gejala depresi. Sekali lagi kutegaskan aku gak pernah menyadari sudah menderita depresi, mengetahui apapun itu tentang depresi. Mengingat waktu itu akses internet masih terbatas dan tidak ada pengetahuan sama sekali tentang depresi.

Sekian ceritaku.

Lanjut ceritaku di depresi part 2.






Rabu, 05 Juni 2019

Reuni Setelah 5 Tahun Lamanya

Pencetus reuni ini adalah Deka (jilbab coklat muda) kontak-kontakan lewat Whats App (WA). Kepengen ketemu sama kita yang udah punya kesibukan masing-masing sperti aku (tengah gak pake jilbab) masih nganggur, Andini yang udah mulai ngajar walau belum jadi guru tetap (jilbab abu-abu), Mariska (jilbab hijau muda) dan Riana (jilbab merah tua) sibuk dengan skripsinya reuni/bukber pada hari Minggu, 19 Mei 2019. Minus Mita yang ada shift sore pada hari itu.

Kontak-kontakan lewat WA dan menetapkan tempat makan. Kami akhirnya bertemu setelah menunggu 5 tahun lamanya. Kami pun bercanda ria mengenai aktivitas kami. Seru banget deh rasanya kurang kalau cuma 2 jam doang.

Asyiklah pokoknya. Beda banget sama bukber-bukber lainnya yang cuma sekedar dateng doang. Gak ada yang pegang hp selama bukber. Bukber yang sederhana dan hanya sedikit orang tetap seru dan membekas. Kalaupun pegang hp ya cuma foto doang buat seru-seruan.



                                                                     Makan Mie Nyinyir

Aku sih pengen ketemu kalian lagi di waktu yang berbeda buat kedepannya. Thanks you're best friend. 


Sumber Foto: Dokumen Pribadi

Kamis, 02 Mei 2019

Lelah

Aku mulai lelah berkumpul dengan orang banyak hari ini kok bisa? 

Gimana gak lelah hari Senin-Selasa harus berangkat pagi pergi ke rumah sakit pulang siang agak sorean.  Sampe rumah pegang HP soaked tapi ya itu dalam keadaan capek, jam 9-an udah bleg. Jadi ya mentalnya kosong.

Senin, 29 April 2019

Sesak Dada

Beberapa hari ini, aku mulai merasakan sakit sesak dada kurang lebih 2 hari belakangan ini. Rasanya sesak kalo udah aktivitas berat sperti setrika baju. Daya tahan tubuhku udah mulai melemah

Ada apa denganku akhir-akhir ini?

Senin, 22 April 2019

Inilah aku sang pendiem

Selamat datang di blogku My Diary. Ini tulisan pertamaku diblog. Yuk cus

Orang pendiam sperti aku sering kali diremehkan orang bahkan oleh keluarga sendiri. Karna aku anaknya pendiem gak supel lah, cekatan lah dsbnya. 

Orang pendiem sperti aku ini bukan berarti gak punya kemampuan, tapi orang yang pendiem sperti aku ini memilih tuk gak menunjukkan kemampuan itu.

Sekian tulisanku kali ini. Thanks